Rabu, 23 April 2014




"Katanya Kartini" 

"18 tahun lalu dalam tusukan konde sanggul, aku berjalan mengitari desa, mengartikan kita adalah kartini kecil penerus cita-cita bangsa. Dan kini aku kembali berjalan mengitari kota, cita-cita yang mana yang telah kita abdi? Kita memang bukan puteri sejati. Tapi kita akan bertahan berdiri dan berani mengahdapi saat cita-cita tak lagi diberi arti bahkan nyaris mati. 21 April 2014, ruang kebebasan."

"Dinegerinya sendiri, hingga kini perempuan masih saja menjadi anak tiri. Meski zaman berteriak emansipasi. 22 April 2014, ruang belakang, bawah langit."

Gemes, geram dan geregetan. Diruang gerak yang katanya berasaskan kebebasan, kebersamaan ternyata gak menjamin ide-ide liar terwadahkan. Dan yang lebih penting kesetaraan gender terasa bergeser-geser demi menyelamatkan tempat duduk sendiri. Katanya gak ada istilah pertemanan, gak boleh bawa perasaan. Helooooh...dimana nuraninya yaa. Siapa yang siapa, apa yang apa, dan bagaimana yang bagaimana.



 



 

Senin, 24 Februari 2014

Ini Mimpi Kita

Gak kebayang, dulu cowok kurus dan berambut jebrik itu, sekarang akan menjadi calon pilihan hidupku adalah dia, insya allah. Abizar Ismail. Segenap apa yang menjadikan dia ada dan slalu hadir. Entah kenapa baru pertama kali ini bisa sayang dan nyaman banget bersamanya. Diawal kita menjalin hubungan back street, kita punya buku mimpi yang sama-sama kita cetuskan dan kita usahakan bersama-sama. Semua tersimpan rapi pada waktu dan garisnya. Sempet juga ketahuan punya pacar, dimarahin dan gak diizinin hingga lulus.Suatu waktu, restu itu pun datang. Dan pembuktian itu pelan-pelan kita tunjukkan.

Lepas lulus, gak bisa lagi nemuin dimana ada Abizar, ada Ismi. Udah gak berlaku lagi ada gula ada semut. Abi kerja di Kemayoran dan Ismi di Lebak Bulus. Dari ujung ke ujung banget kaaaan. Jadi ketemu seminggu sekali lah. Tiap ketemu pun kita cuma berhayal dan mimpi bareng. Mau begini dan mau begitu. Mimpi mana yang lebih dulu terpejam oleh mata dan mimpi mana yang harus dan masih dihias oleh pelangi. 


 Dan inilah salah satu mimpi yang dulu kita pejamkan bareng selama bertahun-tahun.
Sebagai wujud keseriusan Abizar dan keluarga. Dipersiapkannya rumah di kawasan Pamulang dengan tipe 40/72. Ini seperti gak percaya. Mimpi kita bisa terwujud di tahun 2014. Karena kita sama-sama ingin belajar mandiri dan kelak nanti akan membangunnya bersama-bersama, mengisi dan merawatnya. 

Kita sengaja, lebih memprioritaskan mimpi kita yang satu ini. Dibanding mimpi untuk menikah. Karena kita ingin berdikari dalam mandiri. Kita ingin mulai dari 0 untuk mencapai apa itu 10 dan bagaimana rasa memperolehnya. Kadang kita tertatih dan sempat terjatuh. Kita coba bangun lagi, kadang kita pesimis, coba optimis lagi. Slalu ada jalan diantara niat baik, Insya Allah. 

Gak dipungkiri, cita-cita menikah muda diumur 23 adalah mimpi yang telah tertulis rapi di dream mapping kami. Kata Abizar, Jodoh adalah usaha. Kalau kata lagu, "Satu-satu aku sayang ibu". Kata Ibu "Satu-satu dulu sayang". Tarik nafas dan siapin energi, mental dan materi. Doakan, semoga kita bisa mencapai mimpi suci itu. Amin. 

Dan ini adalah Aa, Kakaknya Abizar. Sekilas mereka berdua seperti kembar. 
Aku menyebutnya Si Tukang Pesawat, karena sehari-hari slalu berdekatan dengan dunia pernebangan yang berpusat di Bandung itu. Dan inilah furniture pertama kita, yang dirakit bersama-sama :). Aaaaaaaa bersyukur banget, terharu dan rasanya gak bisa diungkapin dengan apa-apa lagi


Minggu, 23 Februari 2014

Menuju Setahun di Head Office Carrefour Indonesia

12 Februari 2014

Udah lama banget, gak nulis blog. Ada rasa rindu yang berkecamuk. haha lebay. Alhamdulillah satu tahun menuju dunia kerja setelah menyandang gelar S1 dari Universitas Paramadina. Jodoh aku di PT Trans Retail Indonesia, Carrefour Indonesia. Tepatnya di Divisi Marketing.

Singkat cerita, bosen ngerjain revisian dan iseng coba kirim CV via Job Street. Dan beberapa hari kemudian di telfon HRD untuk interview. Jeng-jeng, kondisinya belum sidang. etapi udah dipanggil. Bismillah lah nekat saat itu. Sesampainya di HO isi form dan nunggu siap-siap mau dipanggil giliran interview. Issssh, sempet gak pede sih, karena barengan tiga cewek cantik dan seksi lengkap dengan rok mini. Pastinya rambut panjang terurai. Dapet giliran interview terakhir saat itu, ketemu Manager Marketing Online. Ditanya ini itu, aseli bosnya asik banget, welcome, baik dan berasa udah klik deh. Beres interview, tes psikotest yang lamanya sampe ada part 2 ba'da jumatan. Tesnya lama bingitsss. Selang beberapa hari kemudian, resmilah dipanggil untuk tes kesehatan di Parahita Mampang. Dan bergabunglah bersama Divisi Marketing dalam kondisi revisian sidang skripsi. hehehehe...*gak kebayangkan gimanah

Gak terasa udah mau menuju setahun disini. Mungkin karena jarak rumah ke kantornya deket kali yah. Tapi bukan itu sih, Divisi Marketing itu, divisi paling asyik, seru, rame dan kompak. Beda sama divisi lain yang slalu melulu didepan komputer dan berhadapan dengan angka-angkat itu. Gak kebayang deh itu rasanya.
Balik lagi ke passion ya, tantangan aku disini mengemas pesan marketing dan kreativitas. Inline banget sama pelajaran dulu dikuliah. :) 

Apapun dan dimana pun pekerjaan yang kita kerjain jika sesuai dengan passion dan kemampuan, selelah apapun itu rasanya nikmat. Gak ada paksaan dan gak pengorbanan yang kita lakuin itu bener-bener mengalir begitu aja hingga kita merasa memilki, bahwa rekan kerja adalah keluarga. Dan kantor adalah rumah :)

Senin, 22 April 2013


Kadang

Terkadang ada kata yang tak perlu diucapkan
Terkadang ada makna yang tak bias terwejawantahkan
Terkadang ada rindu yang tak terlepaskan
Berlarian dari angan
Berkejaran dengan harapan
Dan berteman dalam diam

Sesuatu itu tak selalu harus diutarakan
Kadang ia perlu diselatankan
Kadang ia tenggalam
Kadang ia terbenam
Lalu larut dan melebur kebumian

Nurul Ismi

Saat ...

Terasa begitu baru memasuki cakrawala tanpa pintu dan jendela terbuka. Di sini aku berjibaku bersama mimpi-mimpi lugu dan harapan yang melebihi tugu.

Nafas ini lega namun terkadang terengap-engap menghirup udara. Mengendap-ngendap mencuri semangat dan inspirasi yang hinggap dan berlarian ke sana kemari

Tiga setengah tahun lamanya,
Sejak aku di sana, dalam setelan gadis lugu, baru masuk Jakarta, apa adanya.
Lalu kemodernan mengajak aku berkolaborasi dengan keislaman. Alhamdulillah masih tetap mengenakan hijab yang setia mencintai keindonesiaan Negara bercorak merah putih ini.

Tiga setengah tahun lamanya,
Hilir mudik orang-orang luar biasa berjumpa salam dan berbagi makna.
Terkagum-kagum, terkejut-kejut dan termanggut-manggut kehabisan kata.

Tiga setengah tahun lamanya,
Kejatuhan membangunkan cinta yang nyenyak tertidur dibuai janji dan harapan hampa.
Mencipta karya bersama dan menorehkan warna-warni tinta dibalik cerita pelangi yang membentang lengkungan indah. Kadang bercerita suka dan duka.

Habis semangat, hanyak ada keluarga yang ku ingat dalam benak
Dan bayangannya ku peluk erat-erat

Nurul Ismi

Sabtu, 13 April 2013


Ada yang berbeda dengan wisuda pada angka tanggal dan tahun yang memuat angka 3. Biasanya, aku berdiri di sisi kiri wisudawan bersama pasangan. Membawakan acara dengan suara bulat dalam suasana khidmat. Dan sesekali aku menyeka air mata, terharu membacakan dengan penuh bangga kaka-kaka yang diwisuda. Namun Acara wisuda yang ke empat ini, tak lagi aku menjadi MC. Kali ini aku yang menjadi wisudawan.

Rasanya, begitu berbeda. Memasuki Auditorium aku merinding. Merasakan kesakralan detik-detik akan dilepas kampus kepada orangtua. Dan saat aku tolehkan muka ke hadapan wajah Orang Tua yang duduk di sayap kanan, mata ayah sudah banjir air mata dengan rona kemerahan, sedangkan Ibu berusaha tersenyum sambil membendung airmata. Hatiku terkoyak hebat, tak terasa Paramadina telah memberikan bayak warna di kanvas kehidupanku. Semoga aku dapat memberikan makna dengan tetap berjalan dan mendaki, melewati bukit dan sampai di puncak.

Saat tiba, namaku terpanggil, Nurul Ismi, Sarjana Ilmu Komunikasi, lahir di Tangerang 12 Februari 1991. Putri dari Bapak Iwan Sofyan dan Ibu Eti Suryati. Nurul Ismi mendapatkan Predikat Magna Cum Laude, dengan IPK 3,82. Aku hanya bisa menunduk sambil berjalan, dan berusaha menguatkan diri menatap wajah-wajah para anggota Senat. Sesampainya di panggung, aku berhadapan dengan senyum Bapak Wahyutama yang begitu ramah dan kita berjabat tangan. Kemudian menunduk, menanti Pak Anies Baswedan, menorehkan kuncir toga dari kiri ke kanan, lalu kita berjabat tangan sambil Pak Anies mengatakan, “Selamat ya Ismi, Wisuda kali ini kamu tak menjadi MC lagi, kamu yang menjadi wisudawan” waaaaaw, rasanya terharu dan tak percaya, Pak Anies mengingat dan mengenang wisuda-wisuda yang lalu. Lagi- lagi air mata tak bias pergi, selalu menyelimuti . (*Saya nantikan MC di Istana Negara bersama Bapak..hhe dalem hati)

Alhamdulillah, kehadiran Ibu dan Ayah serta dua adik tercinta hadiah terindah yang tak mampu diucapkan dalam barisan kata. Bangga tak terkira, berkat doa, kasih sayang dan semangat mereka aku bisa ada dan berada.

Terima kasih juga kepada kasih, Abizar Ismail. Yang selalu menemani aral lintang perjalanan, bahagia dan sedu sedan. Saat prosesi Wisuda usai. Hati ini pecah menjadi kepingan kelegaan, keharuan dan kebahagiaan. Peluk cium ku teruntuk dosen-dosen, yang slalu memberikan kehangatan saat semangatku mendingin.

Terima kasih, ku ucapkan kepada barisan teman-teman asrama 2009 yang penuh kekeluargaan, kalian semua luar biasa, hebat dan membanggakan.

*Photographer : Abizar Ismail
*DressCode : Ibu
*Make Up : Make Up Artist Wardah







Selasa, 01 Januari 2013

LOOKS GARSKIN

Pattern Garskin for BB, Samsung, Nokia, iPhone, iPad dan Laptop

Suasana tahun baru, ciptakan suasana baru salah satu lewat Skin Gadget mu
Lindungi dan hiasi gadget mu dengan gambar favoritemu sesuka hatimu

Untuk detail harga, bahan dan ukuran silakan klik :
Contact : @nurulismii